ROAD FOR CARING
Ketika siapapun di antara kita ada yang berdoa kepada Tuhan, maka semua berharap diberikan dan juga kelebihan. Bahkan dalam kenyataan kehidupan, ketika diminta 'tuk memilih antara selembar uang bernilai seratus ribu dengan yang bernilai lima ratus, maka kita pasti akan memilih yang bernilai seratus ribu karena dianggap lebih bernilai 'tuk dapat digunakan. Namun ketika sebuah kotak kepedulian hadir melintas di hadapan atau ada uluran tangan yang memohon belas kasihan, maka selembar uang yang bernilai paling kecil itulah yang akan dikeluarkan.
Sungguh, itulah kenyataan ketika suatu hari nanti, akan ada saat ketika raungan dan pekik teriakan tentang kepedulian mulai tak terdengar, tenggelam di antara hiruk-pikuk kesibukan dunia. Suatu hari nanti, akan ada juga saat ketika wajah yang menangis karena kehilangan sanak keluarganya atau yang sekadar merintih karena kelaparan menjadi sajian hiburan dan alunan irama yang paling merdu 'tuk didengarkan.
Namun tiada satupun di antara kita yang akan mengetahui, siapakah mereka nanti yang akan berteriak tentang kepedulian, dan siapa yang akan menjadi penonton atau pendengar saat semua itu terbukti di hadapan. Karena bagaimanapun juga kehidupan ibarat dua sisi mata pedang, antara sisi yang satu dengan yang lain takkan pernah saling mengetahui atas keadaan yang sesungguhnya.
Hari ini di antara kita, ada yang keberadaan dan kedua tangannya mungkin masih diperkenankan 'tuk berada di atas. Namun esok, bulan depan, tahun depan atau entah kapan semua dapat saja berubah atas kehendak-Nya. Seperti roda kehidupan yang pasti akan menggantikan giliran dan peranan setiap orang atas kehidupan yang harus dijalankan, dan tiada satupun di antara kita yang akan sanggup 'tuk mengelak, atau sekadar bersembunyi di balik bayangan.
Namun itulah kenyataan yang harus dihadapi, sebuah cermin kehidupan tentang makna dan kekuatan kepedulian. Sebuah kata yang sangat sederhana dan bukan hanya berlaku di saat menjalani fase kehidupan. Namun bagi mereka yang seringkali mengabaikannya,suatu saat mereka akan terus mencari dan meneriakkannya di saat berada dalam pembaringan di alam kematian, dan bahkan hingga ketika kelak dipertemukan kembali di hadapan Tuhan.
Tulisan kecil ini hadir 'tuk mengingatkan pemilik jari-jemari yang menorehkannya, namun berharap dapat mengetuk kembali siapapun pemilik hati yang membacanya. Karena kepedulian bukanlah sajian dari Tuhan 'tuk dijadikan bahan renungan, namun untuk dibuktikan dan sekaligus 'tuk mengingatkan siapapun yang ada di sekitar kita sebelum tiada lagi kesempatan 'tuk membuktikan.
Karena bagaimanapun juga kehidupan yang kita jalani ini adalah sebuah perjalanan dan sekaligus sebagai persinggahan menuju kehidupan yang sesungguhnya. Perjalanan yang sekaligus akan menentukan atas di mana tempat terakhir yang selama ini sangat diharapkan. Dan inilah kenyataan yang harus dipahami kembali dalam menjalani kehidupan, perjalanan mencari kepedulian Tuhan.
Salam silaturahmi.
By : duniaaksara
RENUNGAN INSPIRATIF