Rabu, 09 Oktober 2013

Lika-liku masuk PTN~

Gue bingung sebenernya gue mau nulis apa. Gue lagi bete dan iseng ngisi blog gue yg isinya cuma gitu gitu doang..hmss gaada yg mampir kayanya-_-
Oke daripada gue bingung mau nulis apa, gue mau curhat gimana perjuangan gue kuliah di PERGURUAN TINGGI NEGRI!!!
Gue harus bgt masuk ptn atau ptk negri, yaa kalo enggak gak mungkin gue bisa kuliah. Pts itu MAHAL!! MAHAAAAAL!!
Awalnya mungkin gue orang yv paling santai bgt pas mau UN, gue tipe orang SKS sih, walaupun gue anak IPA gatau kenapa jiwa gue lebih ke IPS. I love all subject of social. Gue suka semua hal yg berhubungan sama sosial, dan pas mau UN itu, gue baru sadar kalo gue itu salah jurusan, yaa gue sih dr dulu emang interest bgt sama ips, cuma salahnya gue itu, terlalu peduliin omongan orang. Well, jadilah gue anak ipa yg gajadi. Gua punya tekat untuk kuliah jurusan ips. Gue udah bosen di ipa, ya walaupun gue suka juga sih sama fisika. Oke, balik ke pas UN. duuuuh entah itu gimana ya UN, gue ga deg degan sama sekali-_- . Tapi pas udah selesai gua baru degdegan. Gue degdegan sama hasilnya. Daaaaan...setelah 3 bulan menunggu, hasilnya pun keluar. Gue gak berani untuk buka web dan liat hasil UN gue. Akhirnya gue beranii  diri but buka.....daaaan.............gue lulus!!! Dengan nilai yg menurut gue memuaskan!! Fisika gue 9 !!! Yaaa sempet gapercaya siiiiiii..tapi yagitulah.
Oke UN selesai, saatnya gue galau sama SNMPTN! gue milih UGM jurusan sosiatri sama PKP. Terus UNJ, pend.bahasa ind dan pend.kewarganegaraan. Gue tergila gila sama UGM! gue berdoa semoga gue keterima di ugm, tapi Allah berkata tidak. Gue ga keterima SNMPTN apalagi UGM. dan akhirnya gua harus lanjut berjuang di SBMPTN!! Gue putusin buat ikut yg jurusan ips murni, gue gakuat kalo harus ikut yg ipa dan gue juga bingung mau ambil jurusan apa yg ipa. Gue beli buku latihan soal harganya 40ribu, karna gue gapunya duit lagi hahaha. Temen gue sih sempet ga yakin sama gue yg mau ikut sbmptn tapi ips.
Selesai sbmptn , sambil gue nunggu pengumumannya gue ikut tes di poltekkes jakarta 3. Gue bener bener ngandelin pertolongan Allah .
Okee, singkat cerita akhirnya pengumuman SBMPTN pun keluar. Dengan deg-degan gue coba buka tuh web nya, gatau kenapa gue yakin, kalo gue dapet SBMPTN di UNJ, daaan....yap!!! Bener aja, gue lolos dan dapet di UNJ. gua seneng sekaligus sedih juga sih. Gue seneng gue lolos SBMPTN, tapi sayangnya bukan di UGM. Oke, beberapa hari kemudian, tibalah pengumuman tes poltekkes gue. Nah, disini gue udah agak males buat buka pengumumannya, gatau lah kenapa. Akhirnya gue paksa buat buka karna gue penasaran juga sih sebenernya.. yap! Alhamdulillah untuk yg kesekian kali nya. Gue lolos!
setelah gue nangis nangisan, gue bingung deh tuh pilih yang mana. Gue suka banget pelajaran PKN tapi gue juga suka fisioterapi, jurusan yang di poltekkes. Setelah gue minta petunjuk sama Allah, kayanya hati gue lebih dominan ke poltekkes, dan gue ambil deh jurusan itu, dengan berat hati gue lepas SBMPTN gue. Hffft. Dan semoga, gue ga salah jalan lagi:)
Ya Allah, banyak banget nikmat yang Engkau beri...Alhamdulillah

Sabtu, 21 September 2013

Solusi masalah ada pada masalah itu sendiri

Solusi Itu Ada Pada Masalah Itu Sendiri
oleh Ustadz Abu Ayyub
Segala puji hanya bagi Allah, shalawat dan salam
semoga tetap tercurahkan kepada baginda
Rasulullah.
Sering kita mendengar orang mengatakan
“Jangan lari dari masalah”. Ungkapan ini sering
dimaksudkan agar kita selalu jantan
menyelesaikan setiap masalah yang dihadapi,
kalau saya menginginkan lebih dari itu, bukan
hanya masalahnya harus diselesaikan tapi kita
perlu secepat mungkin cepat maju dengan
menjadi orang yang piawai dalam menyelesaikan
masalah, bagaimana piawai dalam menghadapi
masalah?
Ya jangan lari dari masalah karena masalah itu
sendirilah solusinya.
Masalah anda pada keuangan?
Bersedekahlah.
Ingin cepat punya pasangan hidup?
Bantulah orang lain agar cepat bisa menikah.
Bisa dengan membantu mencarikan atau
membiayai.
Ingin cepat punya keturunan?
Bantulah orang lain yang senasib, atau ikutlah
menafkahi orang yang punya anak. Lebih utama
anak yatim dan anak fakir miskin.
Ingin cepat kerja?
Bantulah pengangguran.
Ingin cepat lulus kuliah?
Bantulah teman-teman anda menyelesaikan
tugas akhirnya atau bantulah biayanya.
Ingin cepat naik pangkat?
Promosikan teman-teman anda pada atasan
yang layak naik pangkat.
Ingin panjang umur?
Berbuat baiklah pada orang lain dengan apa
yang kita miliki.
Ingin bahagia dalam hidup?
Bahagiakanlah orang-orang disekitar anda.
Ingin masuk surga?
Ajak-ajaklah orang lain agar masuk surga.
So solusi dari masalah anda ada pada masalah
itu sendiri.
“Barangsiapa melepaskan kesusahan seorang
mukmin dari kesusahan dunia maka Allah akan
melepaskan kesusahannya pada hari kiamat“.
(HR. Muslim)

“Barangsiapa memberi kemudahan orang yang
dalam kesulitan maka Allah akan memudahkan
didunia dan diakhirat”. (HR. Muslim)l

“Barangsiapa menutup aib seorang muslim,
maka Allah akan menutup aibnya didunia dan
diakhirat” (HR. Muslim)َ

“Dan Allah selalu menolong hamba selama
hamba menolong saudaranya”. (HR. Muslim)

“Barangsiapa yang menerima pembatalan jual
beli seorang muslim maka Allah menerima
pembatalan kesalahannya”. (HR. Abu Daud &
Ibnu Majah)

“Barangsiapa mencari-cari aib saudaranya
niscaya Allah akan mencari-cari aibnya, dan
barang siapa yang aibnya dicari-cari oleh Allah
niscaya Allah akan mempermalukan dia
meskipun dia berada di dalam rumahnya
sendiri.” (HR. Abu Daud no. 4236 dan At-Tirmizi
no. 2032)َ

“Barangsiapa merugikan seorang muslim maka
Allah merugikannya” (HR. Abu Daud & Tirmidzi)
“Barangsiapa mempersulit urusan seorang
muslim maka Allah akan mempersulit
urusannya” (HR. Abu Daud & Tirmidzi)

“Tidaklah seseorang menelantarkan seorang
muslim pada saat dinodai harga dirinya dan
dirusak kehormatannya maka Allah akan
menelantarkan disaat dia suka seandainya
ditolong. Tidaklah seseorang menolong seorang
muslim pada saat dinodai harga dirinya dan
dirusak kehormatannya maka Allah akan
menolongnya disaat dia suka seandainya
ditolong.” (HR. Abu Daud)
ْﻦَﻣ َﺢَﻤَﺳ َﺢَﻤَﺳ ُﻪَﻟ ُﻪَّﻠﻟﺍ
“Barangsiapa yang bertoleransi maka Allah akan
bertoleransi kepadanya” (Al I’lam Ibnul Qoyyim)
ْﻢُﻬُﻤَﺣْﺮَﻳ َﻥﻮُﻤِﺣﺍَّﺮﻟﺍ ُﻦَﻤْﺣَّﺮﻟﺍ
“Dan orang-orang yang mengasihi maka akan
dikasihi oleh yang Maha Pengasih” (Fathul Bari)
ﺎَﻤَّﻧِﺇ ُﻢﺣﺮَﻳ ُﻪﻠﻟﺍ ﻦِﻣ َﺀﺎَﻤﺣُّﺮﻟﺍ ِﻩِﺩﺎَﺒِﻋ
“Sesungguhnya Allah hanya akan menyayangi
hamba-hambaNya yang kasih sayang” (HR. Al
Bukhari dan Muslim)
َﻞْﻫَﺃ ﺍﻮُﻤَﺣْﺭِﺍ ِﺽْﺭَﺄْﻟﺍ ُﻞْﻫَﺃ ْﻢُﻜُﻤَﺣْﺮَﻳ ِﺀﺎَﻤَّﺴﻟﺍ
“Sayangilah penduduk bumi maka kalian akan
disayangi penduduk langit” (HR. At Thabrani)
ْﻖِﻔْﻧَﺃ ﺎَﻳ َﻦْﺑﺍ َﻡَﺩﺁ ْﻖِﻔْﻧُﺃ َﻚْﻴَﻠَﻋ
“Berinfaqlah wahai manusia maka kamu akan
diinfaqi oleh Allah“. (HR. Al Bukhari)
“Barangsiapa memberi maka dia akan diberi” (Al
I’lam Ibnul Qoyyim)

“Allah senantiasa memenuhi kebutuhan hamba
selama hamba memenuhi kebutuhan
saudaranya” (HR. At Thabrani)
Bangsiapa yang menggugurkan haknya maka
Allah akan menggugurkan baginya hak-
haknya” (Al I’lam Ibnul Qoyyim).
ْﻦَﻣ َﺯَﻭﺎَﺠَﺗ َﺯَﻭﺎَﺠَﺗ ُﻪَّﻠﻟﺍ ُﻪْﻨَﻋ
“Barangsiapa memaafkan maka Allah akan
memaafkannya” (Al I’lam Ibnul Qoyyim).
ْﻦَﻣ ﻰَﺼْﻘَﺘْﺳﺍ ﻰَﺼْﻘَﺘْﺳﺍ ُﻪَّﻠﻟﺍ ِﻪْﻴَﻠَﻋ
“Barangsiapa terlalu perhitungan dalam
kebaikan maka Allah akan perhitungan pula
kepadanya” (Al I’lam Ibnul Qoyyim).
ْﻞَﻫ ُﺀﺍَﺰَﺟ َّﻻِﺇ ِﻥﺎَﺴْﺣِﻹﺍ ُﻥﺎَﺴْﺣِﻹﺍ
“Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan
(pula)” (QS Arrahman: 60).

“Dan Hanya kepunyaan Allah-lah apa yang ada di
langit dan apa yang ada di bumi supaya dia
memberi balasan kepada orang-orang yang
berbuat jahat terhadap apa yang Telah mereka
kerjakan dan memberi balasan kepada orang-
orang yang berbuat baik dengan pahala yang
lebih baik (syurga)”

ﻟﺍ
“Kemudian, akibat orang-orang yang
mengerjakan kejahatan adalah (azab) yang lebih
buruk” (QS. Ar Rum: 10)
َ
“Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala
yang terbaik (surga) dan tambahannya”. (QS.
Yunus:26)
Cara solutif yang jangan anda lupakan adalah
doakan orang-orang yang mempunyai masalah
sama dengan kita.

“Do’a seorang muslim adalah mustajab saat
mendo’akan saudaranya tanpa
sepengetahuannya, Malaikat yang ditugaskan
mengawasi disamping kepalanya saat seorang itu
mendo’akan kebaikan untuk saudaranya Malaikat
mengatakan “amin” dan bagimu mendapat
seperti itu” (HR. Muslim)

“Balasan selalu sesuai dengan amalannya”.
Allahu a’lam

Minggu, 08 September 2013

CAUSE SOMEDAY I'LL BE GONE

CAUSE SOMEDAY I'LL BE GONE
Oleh Irvan Suryaningrat Yusran

Sahabat Dunia Aksara.

Seiring jalinan kebersamaan dimulai dan dijalani, maka disaat yang bersamaan bayangan perpisahan juga telah turut mengiringi. Hanya tiada satupun diantara kita yang akan mengetahui tentang kapan, dimana dan bagaimana perpisahan itu hadir menutup lembaran kebersamaan yang pernah dijalani.

Hanya saja apabila perpisahan itu harus hadir lebih cepat dari apapun yang kita duga selama ini, maka jangan pernah tuk menyalahkan maupun mempertanyakan alasan. Karena semua jawaban itu kembali kepada bagaimana selama ini kita memandang, menilai, memahami dan menjalani jalinan kebersamaan ini.

Kenanglah serangkaian kebaikan yang pernah hadir mewarnai, dan bukan pada kekurangan yang pernah terlihat menemani. Karena sungguh tiada satupun diantara kita yang sempurna dihadapan Tuhan Yang Maha Menciptakan lagi Maha Pemelihara alam semesta ini, berharap kebaikan jugalah yang akan dikenang orang disaat akhirnya kita yang dipilih tuk pergi.

Jumat, 06 September 2013

RENUNGAN INSPIRATIF

ROAD FOR CARING

Ketika siapapun di antara kita ada yang berdoa kepada Tuhan, maka semua berharap diberikan dan juga kelebihan. Bahkan dalam kenyataan kehidupan, ketika diminta 'tuk memilih antara selembar uang bernilai seratus ribu dengan yang bernilai lima ratus, maka kita pasti akan memilih yang bernilai seratus ribu karena dianggap lebih bernilai 'tuk dapat digunakan. Namun ketika sebuah kotak kepedulian hadir melintas di hadapan atau ada uluran tangan yang memohon belas kasihan, maka selembar uang yang bernilai paling kecil itulah yang akan dikeluarkan.

Sungguh, itulah kenyataan ketika suatu hari nanti, akan ada saat ketika raungan dan pekik teriakan tentang kepedulian mulai tak terdengar, tenggelam di antara hiruk-pikuk kesibukan dunia. Suatu hari nanti, akan ada juga saat ketika wajah yang menangis karena kehilangan sanak keluarganya atau yang sekadar merintih karena kelaparan menjadi sajian hiburan dan alunan irama yang paling merdu 'tuk didengarkan.

Namun tiada satupun di antara kita yang akan mengetahui, siapakah mereka nanti yang akan berteriak tentang kepedulian, dan siapa yang akan menjadi penonton atau pendengar saat semua itu terbukti di hadapan. Karena bagaimanapun juga kehidupan ibarat dua sisi mata pedang, antara sisi yang satu dengan yang lain takkan pernah saling mengetahui atas keadaan yang sesungguhnya.

Hari ini di antara kita, ada yang keberadaan dan kedua tangannya mungkin masih diperkenankan 'tuk berada di atas. Namun esok, bulan depan, tahun depan atau entah kapan semua dapat saja berubah atas kehendak-Nya. Seperti roda kehidupan yang pasti akan menggantikan giliran dan peranan setiap orang atas kehidupan yang harus dijalankan, dan tiada satupun di antara kita yang akan sanggup 'tuk mengelak, atau sekadar bersembunyi di balik bayangan.

Namun itulah kenyataan yang harus dihadapi, sebuah cermin kehidupan tentang makna dan kekuatan kepedulian. Sebuah kata yang sangat sederhana dan bukan hanya berlaku di saat menjalani fase kehidupan. Namun bagi mereka yang seringkali mengabaikannya,suatu saat mereka akan terus mencari dan meneriakkannya di saat berada dalam pembaringan di alam kematian, dan bahkan hingga ketika kelak dipertemukan kembali di hadapan Tuhan.

Tulisan kecil ini hadir 'tuk mengingatkan pemilik jari-jemari yang menorehkannya, namun berharap dapat mengetuk kembali siapapun pemilik hati yang membacanya. Karena kepedulian bukanlah sajian dari Tuhan 'tuk dijadikan bahan renungan, namun untuk dibuktikan dan sekaligus 'tuk mengingatkan siapapun yang ada di sekitar kita sebelum tiada lagi kesempatan 'tuk membuktikan.

Karena bagaimanapun juga kehidupan yang kita jalani ini adalah sebuah perjalanan dan sekaligus sebagai persinggahan menuju kehidupan yang sesungguhnya. Perjalanan yang sekaligus akan menentukan atas di mana tempat terakhir yang selama ini sangat diharapkan. Dan inilah kenyataan yang harus dipahami kembali dalam menjalani kehidupan, perjalanan mencari kepedulian Tuhan.

Salam silaturahmi.

By : duniaaksara

Sabtu, 13 Juli 2013

IBLIS DIBANTU 70,000 ANAK-ANAKNYA ...

IBLIS DIBANTU 70,000 ANAK-ANAKNYA ...

Bismillah ... "Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaithan.
Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk menggangu anak – anak muda, sebagian untuk menganggu orang -orang tua, sebagian untuk menggangu wanta – wanita tua, sebagian anak -anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.

Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjamaah. tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah.
Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.

Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.
Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya."

Syaithan juga berkata, "keluarkan tanganmu", lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya.
"Mereka, anak – anakku selalu meyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.

Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.
Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur."

Kamis, 31 Januari 2013

jika cinta mengapa menderita?


Sudah sangat banyak penggambaran kondisi paradoks orang yang sedang dilanda jatuh cinta. Satu sisi, cinta memberikan banyak kegembiraan dan energi yang melimpah, namun di saat yang sama ternyata menimbulkan derita tiada tara. Bukankah ini paradoks. Jatuh cinta (konon katanya) sangat sulit dilukiskan situasinya dengan kata-kata. Namun gejala kegembiraan dan penderitaan mudah dirasakan oleh orang yang mengalami, dan mudah dilihat oleh orang-orang yang berada di sekitarnya.
Jatuh cinta tidak hanya dimiliki anak-anak muda. Orang tuapun bisa mengalaminya, bahkan saat sudah berusia lanjut usia. Tidak memandang usia dan jenis kelamin, jatuh cinta bisa melanda siapa saja yang menyediakan diri untuk mengalaminya. Jika anda termasuk orang yang menyediakan diri untuk jatuh cinta –apalagi berulang kali—pertimbangkan masak-masak kondisinya. Paradoks, dan seringkali tidak produktif.

Ceria, Namun Gelisah
Orang yang tengah mengalami jatuh cinta mendapatkan hati yang ceria dan berbunga-bunga. Namun pada saat yang sama, sering merasakan kegelisahan. Gundah, galau. Khawatir ditinggalkan, tidak sabar ingin segera bertemu, gelisah jika lama tak berjumpa. Penampilannya tampak berbeda, lebih rapi, dan lebih memperhatikan pakaian atau dandanan, termasuk asesorisnya. Namun sangat mudah dilanda perasaan gelisah dan resah. Tampak seperti orang bingung.
Ingin Selalu Bertemu, Namun Mau Apa?
Orang boros pulsa adalah orang yang sedang jatuh cinta. Telepon, SMS, chatting, dan berbagai sarana komunikasi lainnya. Pulsa membengkak tidak terasa. Itu adalah manifestasi perasaan ingin selalu bertemu, namun setelah bertemu bingung pula, mau melakukan apa? Ngobrol, sudah habis bahannya. Bohong, sudah sangat sering dilakukan. Akhirnya berjalan “ngalor ngidul”, bicara ngelantur, yang penting selalu bertemu atau mendengar suaranya.
Penderitaan Jatuh Cinta
Sebuah tembang Jawa, telah memberikan gambaran yang tepat akan penderitaan orang-orang yang sedang dilanda kasmaran. Wuyung, judul lagu tersebut, maknanya adalah jatuh cinta.
Laraning lara / Ora kaya wong kang nandhang wuyung / Mangan ora doyan / Ora jenak dolan, neng omah bingung / Mung kudu weruh / woting ati duh kusuma ayu / Apa ora trenyuh / sawangen iki awakku sing kuru / Klapa mudha leganana nggonku nandhang branta / Witing pari dimen mari nggonku lara ati / Aduh nyawa / Duh duh kusuma / Apa ora krasa apa pancen tega / Mbok mbalung janur / Paring usada mring kang nandhang wuyung….
Jika diterjemahkan secara bebas, maka kurang lebih maknanya seperti ini.
Sakitnya sakit / tidak seperti orang yang sedang jatuh cinta / makan terasa tidak enak / bepergian tidak nyaman, di rumah juga bingung / hanya ingin selalu melihat si tambatan hati / duhai bunga yang cantik / apa kamu tidak sedih / lihatlah badanku yang kurus ini / legakan perasaanku yang sedang kasmaran / biar sembuh sakit hatiku / aduh jiwaku / wahai bunga / apakah kamu tidak merasa, atau memang tega / berilah obat kepada yang aku sedang kasmaran….
Sakitnya Sakit, Itulah Jatuh Cinta
Sakitnya sakit, tidak ada yang lebih sakit daripada orang yang jatuh cinta. Begitu penggal pertama lagu tersebut. Luar biasa mengharu biru cara mengungkapkannya. Jatuh cinta justru dikatakan sebagai sakit yang paling sakit. Beberapa kalangan pujangga menyebutkan jatuh cinta itu adalah derita tanpa akhir. Makan tidak enak, tidur tidak nyenyak, bepergian tidak nyaman, di rumah pun bingung.
Seorang ulama, Ibnul Qayyim al-Jauzy menyatakan, “Jika engkau ingin tahu tentang siksaan pemburu dunia, maka renungkanlah keadaan orang yang sedang didera rasa cinta“. Hal ini menggambarkan, betapa para pemburu kenikmatan dunia justru berada dalam kondisi yang kontradiktif, karena jatuh cinta justru membuat mereka menjadi sakit.
Seorang penyair mengungkapkan :
Tidakkah di dunia ini ada orang yang lebih menderita dari pencinta / Meski ia mendapatkan cinta ini manis rasanya / Engkau lihat ia selalu menangis pada setiap keadaan / Karena takut berpisah, atau takut karena rindu mendalam / Ia menangis jika berjauhan, sebab didera kerinduan / Ia menangis pula saat berdekatan, sebab takut perpisahan / Air matanya mengalir saat bertemu / Air matanya mengalir saat berpisah.
Luar biasa penderitaan dan sakit yang muncul karena jatuh cinta. Ungkapan penyair tersebut memperkuat “laraning lara” dalam lagu Wuyung. Coba perhatikan penggalan kalimat penyair ini, “Air matanya mengalir saat bertemu / Air matanya mengalir saat berpisah”.
Maka, hati-hati menjaga hati. Jangan cepat jatuh cinta. Jangan cepat terpedaya. Bentengi diri dengan iman yang kuat. Jaga diri dengan akhlak mulia. Jaga interaksi agar tidak membawa derita

di copy dari : www.fimadani.com

Sabtu, 26 Januari 2013

Biodata

Nama : Eliwati
Nomor Induk : 10.3677
Tempat dan Tanggal Lahir : Indramayu, 19 Agustus 1995
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Status Anak : Anak Ke 2 dari 3 Bersaudara
Alamat : Perumahan Villa Nusa Indah blok cci/84


Tutorial - KONG / DASH / KASH (Parkour Basics Vaults)